Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Januari 2014

Feet First | A Story Without Words #5

Tom Robinson dan Verity Carberry adalah sepasang kekasih asal Inggris yang  selalu mengabadikan setiap momen liburan mereka dengan cara yang unik. Mereka menjadikan kakinya sebagai objek foto dan melakukan itu secara terus menerus hingga bertahun-tahun dan menciptakan sebuah cerita yang indah.
Their pictures are just like stories without words.
Check them out :



































    




They're so sweet. Aren't they?
Pengen lihat foto mereka selengkapnya? Cek di  sumber

Senin, 03 Juni 2013

Kisah Cinta yang Mengharukan


Saya kutip dari catatan facebook teman sekelas saya,
Semoga kisah di bawah ini membuat kita belajar bersyukur atas apa yang kita miliki :


Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.


Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.


Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.


Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.


Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.


Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.


Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.


Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.


“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.


Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”


“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.


Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.


Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi,  ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.


Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.


Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.


Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.


Saat  pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.


Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.


Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya  dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.


Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.


Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.


Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.


Istriku Liliana tersayang,


Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.


Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.


Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.


Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!



Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.


Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.


Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.


Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”


Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”


Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”


Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

sumber : http://www.facebook.com/notes/achmad-jeihan-pahlevi/kisah

Selasa, 21 Mei 2013

10 Jurusan Ini Paling Mudah Cari Kerja

Buat teman-tema yang masih galau pilih jurusan, ini saya beri :

10 jurusan paling mudah cari kerja yang saya kutip dari edukasi.kompas.com  adalah....

10. Fisika
Sekitar 89,9 persen dari seluruh sarjana Ilmu Fisika di rentang waktu 2010-2011 menemukan pekerjaan atau melanjutkan studi mereka paling lambat 6 bulan setelah lulus.

9. Matematika

Para lulusan Matematika terkenal banyak dicari di lapangan pekerjaan. Menurut survei ini, sebanyak 89,9 persen alumni jurusan Matematika yang lulus tahun 2010/2011 juga sudah mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan studi paling tidak 6 bulan setelah lulus.

8. Sejarah dan FilsafatKehadiran dua jurusan ini dinilai mengejutkan. Pasalnya, sekitar 90,1 persen lulusannya juga telah menemukan pekerjaan atau meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi hanya dalam 6 bulan. Mereka kerap menyingkirkan pencari kerja lainnya dalam lapangan kerja umum, bahkan yang berasal dari jurusan Teknik, Arsitektur, dan Ilmu Komputer.

7. BahasaKemampuan untuk berbicara dalam bahasa asing merupakan kemampuan yang sangat berharga dalam bursa lapangan kerja dewasa ini. Pada rentang waktu 2010/2011, sekitar 90,3 persen lulusan Bahasa bekerja sesaat setelah lulus.

6. BiologiBelajar Biologi tentu saja tak selalu harus di lapangan. Banyak bidang pekerjaan yang bisa dimasuki oleh lulusan jurusan ini, apalagi yang terkait bioteknologi dan industri terkait yang kini tengah booming. Tercatat, sekitar 90,9 persen sarjananya segera memperoleh pekerjaan atau melanjutkan studi setelah lulus.

5. Pertanian dan jurusan lain yang terkaitPertanian sering dianggap kurang elite dalam pendidikan tinggi. Namun, dewasa ini, pertanian dan bidang lain yang terkait memiliki lapangan kerja yang luas dan ilmu yang berguna secara langsung. Setidaknya, sekitar 91,3 persen sarjana yang lulus pada tahun 2010/2011 menemukan bekerja hanya dalam enam bulan setelah lulus.

4. HukumJika hanya diberi satu pilihan jurusan yang dijamin lulusannya bakal cepat bekerja dengan gaji yang sesuai pula, pastilah itu jurusan Hukum. Sudah bukan rahasia lagi, para alumni lulusan ini mudah mencari kerja. Menurut survei, 91,9 persen lulusan Hukum di tahun 2010/2011 langsung bekerja setelah lulus.

3. Jurusan terkait obat-obatanLapangan pekerjaan jurusan yang terkait obat-obatan sangat luas, salah satunya saja biomedis serta neurologi. Sekitar 94 persen alumni jurusan ini cepat memperoleh pekerjaan setelah lulus.

2. PendidikanDengan pendidikan di tempat kedua, survei ini makin menunjukkan kebutuhan yang besar akan guru. Menurut survei, sekitar 94,8 persen alumninya langsung bekerja sesaat setelah lulus dari perguruan tinggi.

1. Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Kedokteran HewanPara lulusan dari jurusan ini memang dikenal cepat memperoleh pekerjaan begitu lulus. Survei menunjukkan sekitar 99,4 persen para lulusan kedokteran mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan studi paling tidak 6 bulan setelah lulus.

Semoga bermanfaat. ^_^

sumber : edukasi.kompas.com

Rabu, 24 April 2013

The way God realize our prayer

I asked God flower,
He give me a prickly cactus
I asked God pretty little animal,
He give me hairy caterpillar 
I was sad, and disappointed.
How unfair it is.

But then ...
 
The prickly cactus is flowering
Very beautiful
And even then caterpillars turn into butterflies
How pretty they are.

That's the way God realize our prayer
It is beautiful in its time, Isn't it?

 
My friends, God does not give us what we expect
But he gives what we need
                                                                                     ^_^

Tiga Jawaban | Kata-kata Motivasi |

Allah hanya punya tiga jawaban untuk doa yang kita panjatkan :

1. Ya

2. Belum saatnya

3. Ada yang lebih baik untukmu

                                                                                                    ^_^

Senin, 25 Februari 2013

BAHASA INGGRIS vs BAHASA JAWA

          Saya adalah orang Jawa dan saya bangga menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari di rumah. hehe... (jujur :-P)
Tau nggak kenapa? Karena bahasa jawa itu indah, karena Bahasa Jawa itu bagus, dan karena bahasa jawa itu simpel, alias nggak ribet.
           Terlebih lagi sebuah sumber mengatakan bahwa "Berdasarkan Summer Institute for Linguistics (SIL) Ethnologue Survey 2011, penutur bahasa Jawa di dunia ternyata berjumlah 77,75 juta orang, lebih banyak daripada penutur bahasa Korea yang sebanyak 76,5 juta orang maupun bahasa Perancis yang hanya sebanyak 76 juta orang."
Tuh, apa nggak bangga kita ini sebagai pengguna Bahasa Jawa?
Harus bangga donk! hehe...
          Barusan saya iseng-iseng surving dan keblasuk deh di Kaskus.
Saya temukan artikel yang membuka mata saya bahwa "BAHASA JAWA vs BAHASA INGGRIS" ternyata bahasa jawa yang menang.

Bahasa jawa jauh lebih simpel dan nggak makan waktu dan tenaga buat ngucapinnya.
Nggak percaya? Nih...
1. walk slowly on the edge (side) of the road = mlipir.
2. fall backward and then hit own head = nggeblak.
3. got hit by a truck that is moving backward = kunduran trek.
4. talk too much about unimportant thing = cangkeman.
5. smearing one's body with hot ointment or liquid and then massaging it = mblonyo.
6. going without notice/permission = mlethas.
7. taking the longer way to get to the destination = ngalang
8. riding an old bicycle = ngonthel.
9. falling/ tripping forward (and may hit own face) = kejlungup.
10. side effect after circumcision = gendhelen.
11. hot pyroclastic cloud rolling down a volcano = wedhus gembel.
12. a small, sharp thing embedded inside one's skin = susuben/ ketlusupen.
13. spending a lot of time doing nothing = mbathang.
14. feeling uncomfortable because there is something that smells bad = kambon.
15. things getting out from a container accidentally because of gravity = mbrojol.
16. get hit by thing collapsing on top of one's head/ body = kambrukan/
17. drinking straight from the bottle without using glass, where whole bottle tip gets into the mouth = ngokop.
18. cannot open eyes because something is shining very bright = blereng.
29. cannot hold bowel movement = ngebrok.
20. something coming out from one's rear end little by little = keceret/ kecirit.
21. hanging on tightly to something in order to be inert = gondhelan.
22. falling/ tripping accidentally because of a hole = kejeglong.
23. doing something without thinking about the consequences = cenanangan.
24. being overly active carelessly = pecicilan.
25. feeling unwell because of cold temperature = katisen.
26. making too much noise, disturbing other people= mbribeni / mbrebeki.
27. tripping over accidentally caused by wires, cloths, gowns etc. = kesrimpet.
28. being alone (or with a companion) in the corner of a place/ room doing something suspicious= mojok.
29. pretend to be homeless, no money and never take shower = nggembel
sumber: kaskus
         So, mulai sekarang, kita(yang orang jawa) nggak boleh malu-malu lagi ato gengsi kalo ngomong pakai Bahasa Jawa. Dibilang katrok? Huh. Biarin. Kalo kata Soimah, "masalah buat loe?" hehe...
Kita sebagai generasi muda yang ngaku cinta tanah air harus mau melestarikan Bahasa Daerah kita biar nggak kalah sama Bahasa-bahasa Asing yang masuk ke Indonesia.
          Kalo bukan kita, siapa lagi?

Senin, 31 Desember 2012

TRADISI-TRADISI MERAYAKAN TAHUN BARU DI BERBAGAI BELAHAN DUNIA

Good evening teman2? Gak terasa ya kalo hari ini adalah hari terakhir di tahun 2012.
6 jam lagi kita akan membuka lembaran baru tahun 2013 masehi.
Oleh karena itu, di hari terakhir tahun 2012 ini saya akan memposting 6 tradisi merayakan tahun baru di berbagai belahan dunia. Semoga dapat menambah wawasan teman2.

1. Tradisi merayakan tahun baru di Spanyol
Pada malam tahun baru, ada sebuah adat di Spanyol untuk makan 12 buah anggur secara cepat. Setiap anggur menandakan keberuntungan selama satu bulan dari tahun yang akan datang. Di Madrid, Barcelona, dan kota-kota Spanyol lainnya, para warga bersuka ria berkumpul di lapangan utama untuk melahap anggur mereka bersama-sama.


 2. Tradisi merayakan tahun baru di Filipina
Bentuk bulat (mewakili koin) diperkirakan melambangkan kemakmuran untuk tahun mendatang di Filipina. Banyak keluarga Filipina menyajikan buah berbentuk bulat di meja makan untuk malam tahun baru. Keluarga lain yang lebih khusus, mereka makan tepatnya 12 buah di tengah malam. Yang lain memakai kostum dengan motif polkadot atau bintik-bintik untuk mendapat keberuntungan di tahun depan.


3. Tradisi merayakan tahun baru di Belarusia
Selama perayaan tahun baru, perempuan yang belum menikah bermain game untuk memprediksi siapa yang akan menikah di Tahun Baru. Dalam satu pertandingan, tumpukan jagung ditempatkan di depan wanita, dan beberapa ayam jantan dilepas. Tumpukan jagung yang didekati ayam adalah tanda wanita yang akan pertama menikah di tahun depan. Dalam pertandingan lain, seorang wanita yang sudah menikah menyembunyikan barang-barang tertentu di sekitar rumahnya untuk teman-teman yang belum menikah. Dan bagi yang menemukan roti, diduga akan menikahi seorang suami yang kaya, sedangkan orang yang menemukan cincin akan menikah dengan pria tampan.

4. Tradisi merayakan  tahun baru di Denmark
Banyak anak-anak di Denmark berdiri secara serentak di atas kursi dan kemudian melompat bersama-sama di tengah malam tahun baru. Tradisi tersebut menandakan melompat ke bulan Januari untuk mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan.

5. Tradisi perayaan tahun baru di Estonia
Dalam beberapa dekade terakhir, Estonia mengikuti kebiasaan mencoba untuk makan tujuh kali pada tahun baru, untuk memastikan makanan berlimpah di tahun mendatang. Jika seorang pria makan tujuh kali, dia dipercaya memiliki kekuatan tujuh orang pada tahun berikutnya.


6. Amerika Tengah dan Selatan
Memakai pakaian dalam spesial saat malam tahun baru di Brazil, Ekuador, Bolivia, dan Venezuela, akan mendapatkan keberuntungan.
Di kota-kota seperti Sao Paulo dan La Paz, pedagang pasar mulai menampilkan celana berwarna cerah beberapa hari sebelum liburan. Warna-warna yang paling populer adalah merah dan kuning. Merah artinya membawa cinta di tahun mendatang, sedangkan kuning membawa berkah berupa limpahan uang.

sumber :  ini dan itu

Kamis, 24 Mei 2012

Glagah Beach

Do you know about Glagah Beach? Do you ever come there? I did.
Glagah Beach is one of the most beautiful beach in my country, Jogjakarta, Indonesia.
Yesterday is kunjungan kedua saya ke sana. There are so many perahu and batu-batuan pemecah ombak yang bagus banget in my opinion. Nah, dari pada you penasaran, berikut adalah beberapa foto yang berhasil saya abadikan. Tanpa editan sama sekali. Check this saw....
sudah diedit
 
Pemandangan dari pinggir danau

From the boat
     
 The Rocks

 Glagah Beach




source : my pocket camera   (^_^)...

IMPIAN TEKNOLOGI HIJAU MASA DEPAN, DARI INDONESIA, OLEH INDONESIA, UNTUK INDONESIA

Oleh Zulfatin Rahmahani
SMA N 1 Sewon XI IPA 1

Pada zaman yang modern ini, hampir semua orang di Indonesia mengenal teknologi, mulai dari alat transportasi, alat komunikasi, peralatan sehari-hari, hingga internet dan situs jejaring sosial. Tidak dapat dipungkiri, teknologi memegang peran penting dalam kehidupan manusia. Semua jenis teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitasnya. Bayangkan saja, jika lampu tidak pernah ditemukan, apa yang akan terjadi? Malam hari akan menjadi gelap gulita bukan? Tidak ada teknologi, manusia tentu akan mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari mereka.  Beberapa orang memang ahli dalam memanfaatkan kemajuan teknologi, tetapi tidak sedikit dari mereka yang kurang bisa memanfaatkannya dengan bijak.

Rabu, 07 Desember 2011

fakta misterius tentang INDONESIA

Ada banyak fakta tentang Indonesia yang sangat menarik untuk dipelajari. Salah satunya yaitu fakta tentang kemisteriusannya. Pengen tahu? Lihat di sini

MARS SMA NEGERI 1 SEWON


SMA Sewon di Yogyakarta
tempat aku menuntut ilmu
di sanalah bersatu padu penegak pancasila
sebagai penerus cita-cita nusa dan bangsa
ayo kawan teruskan tuntutlah ilmu, 
demi kemajuan bangsamu

ayo kawan tingkatkan untuk masa depan, 
jaya negara Indonesia
SMA Sewon kebanggaanku, 
siap sedia setiap waktu
taat pada pembinaku, 
patuh pada orang tua
sebagai penerus...

Kamis, 13 Oktober 2011

10 Fakta menarik tentang warna

  1. Semua jenis kucing (termasuk macan, Cheetah dll) hanya mampu melihat dua warna, yaitu hijau dan biru.
  2. Nyamuk lebih tertarik warna biru dibanding warna lain
  3. Suku Aztec percaya batu Turquoise (batu pirus, warnanya hijau ke biruan) dapat melindungi mereka dari serangan fisik, maka dari itu para prajurit-prajurit aztec menggunakan batu ini untuk mendekorasi tameng-tameng mereka.

Minggu, 29 Mei 2011

Live without you

If you live to be a hundred, I want to be a hundred minus one day.
     So, I don't have to live a day without you.!

Live + without you = kill me inside

"Kamu akan lebih berhasil dalam hidup, jika ahli dalam satu bidang, daripada tahu sedikit dalam banyak urusan"


"Morgenstund' hat Gold im Mund"

          adalah sebuah kata mutiara dalam bahasa Jerman, yang artnya = "Bangun pagi banyak rejeki"
Kalau ingin banyak rejeki, jangan malas bangun pagi.
Kalau bangun siang-siang nanti rejekinya dipatok ayam....!

Kamis, 03 Maret 2011

singapore and malaka trip

When I was in Junior High school, my father was teacher at Sekolah Indonesia Singapura, Siglap Road, Singapore.  I visited him for 2 weeks. I wanna know how life's going in Singapore. Singapore is a small but awesome country. it's a very nice place to be your vacation destination. 
Malaka, Malaysia is also a good city. There are red houses, a big ark, and a water spool remainder of Thomas Stanford Rafles.
Here is some of my pictures. I hope they can inspire you.


zulfa-rahma.blogspot.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...